Jakarta, newmemojatim - Pulau Madura kini resmi masuk dalam peta investasi strategis Tiongkok. Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama penting antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok untuk mengembangkan Kawasan Industri Wiraraja Madura yang berlokasi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Proyek ambisius ini diproyeksikan untuk bertransformasi menjadi pusat manufaktur baru sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang dinamis di wilayah timur Pulau Jawa.
Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance bersama Wiraraja Madura Industrial Estate.
Menyeimbangkan Kawasan Industri Nasional dan Program Two Countries Twin Parks
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyaksikan langsung proses penandatanganan tersebut di Jakarta, mengungkapkan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperkuat kemitraan dengan negara-negara strategis. Tujuannya jelas: mempercepat pengembangan kawasan industri, menarik investasi berkualitas, dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
"Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini ke depannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang," ujar Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menambahkan bahwa kerja sama ini turut melengkapi kemitraan bilateral antara Indonesia dan China yang telah memiliki Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) senilai hingga US$ 50 miliar. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong penggunaan mata uang lokal (local currency settlement) dalam perdagangan antarnegara sehingga mengurangi ketergantungan pada mata uang asing tertentu.
Klaster Manufaktur Padat Karya hingga Energi Ramah Lingkungan
Melalui sinergi lintas negara ini, sejumlah klaster industri asal China siap dikembangkan di Kawasan Industri Wiraraja Madura. Berbagai sektor yang akan masuk meliputi:
*. Industri cokelat
*. Industri matras
*. Industri tekstil dan benang
Berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma'ruf Maulana, menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang secara komprehensif untuk mendukung sektor industri, logistik, hingga penyediaan energi ramah lingkungan. Masuknya mitra strategis dari Guangdong juga diyakini mampu mempercepat arus modal sekaligus membuka peluang transfer teknologi bagi industri nasional.
Optimisme Pemerintah dan Eratnya Hubungan Bilateral
Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Zhanjiang, Republik Rakyat Tiongkok, Li Yongyi, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra dagang yang sangat penting bagi Kota Zhanjiang. Hubungan ekonomi kedua wilayah ini pun menunjukkan tren yang kian positif. Tercatat pada tahun 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia menyentuh angka 2,461 miliar yuan, atau meningkat 6,3% dibanding tahun sebelumnya.
Hingga saat ini, sebanyak delapan perusahaan asal Zhanjiang telah merealisasikan investasinya di Indonesia melalui 12 proyek dengan total nilai mencapai US$ 370 juta, sementara enam perusahaan Indonesia turut menanamkan modal di Zhanjiang.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas.
"Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga menjadi langkah konkret Pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja," ungkap Haryo.
Dengan dukungan penuh dari Pemkab Bangkalan, Pemprov Jawa Timur, serta seluruh pemangku kepentingan, percepatan perizinan diharapkan mampu membuat realisasi investasi berjalan semakin cepat. Kawasan Industri Wiraraja Madura pun siap menjadi magnet baru penarik investasi asing, memperkuat basis industri nasional, dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah Asia Tenggara.
