Langsung ke konten utama

Nyaris Dibacok Celurit di Sampang, Ketua Madas Rungkut Dampingi Korban Lapor ke Polisi



SAMPANG, newmemojatim — Kasus dugaan penganiayaan berat (Anirat) mengguncang warga Dusun Lor Polor, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Seorang ibu rumah tangga bernama Halidah (55) harus mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban pengeroyokan dan nyaris menjadi sasaran pembacokan oleh tetangganya sendiri.

Peristiwa mencekam yang terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB ini kini telah resmi dilaporkan ke Polres Sampang. Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STTLP/B/268/VIII/2026/SPKT/POLRES SAMPANG/POLDA JAWA TIMUR, insiden tersebut tengah diselidiki pihak kepolisian.

Bermula dari Jual Beli Tikar

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari laporan kepolisian, petaka ini bermula dari urusan sepele di kawasan Gunung, Kabupaten Sampang. Saat itu, Halidah berniat membeli tikar tembakau milik Samsul (terlapor). Namun, secara mengejutkan Samsul melarang tikar tersebut untuk dibeli.

Larangan tersebut memicu cekcok mulut antara keduanya. Merasa situasi memanas, Halidah memutuskan untuk pulang meninggalkan lokasi menuju rumahnya.

Dikejar hingga Masuk Rumah


Tanpa disangka, konflik tidak berhenti di situ. Samsul bersama seorang rekannya bernama Mat Nalih nekat mengikuti korban hingga masuk ke dalam rumah.

Suasana berubah brutal ketika Samsul mulai melayangkan kekerasan fisik. Ia menampar pipi kanan korban menggunakan sandal, sebelum akhirnya mengambil balok kayu dari dapur untuk memukuli kaki kanan korban.

Dalam kondisi ketakutan, Halidah sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah. Naas, kedua pelaku terus mengejarnya dengan membawa balok kayu. Di luar rumah, korban bahkan sempat diinjak-injak dan punggungnya dihantam menggunakan balok kayu oleh para pelaku. Ketika Samsul berniat menghantam kepala korban, Halidah sempat menangkisnya dengan tangan kanan hingga sikutnya terluka.

Ketegangan Memuncak: Nyaris Dibacok Celurit

Ketegangan mencapai puncaknya ketika Samsul berlari menuju rumahnya yang terletak persis di samping rumah korban. Ia kembali dengan membawa sebilah celurit dengan niat menghabisi nyawa Halidah beserta suaminya.

Suami korban yang melihat ancaman maut tersebut sempat panik dan melarikan diri. Nyawa pasutri paruh baya itu akhirnya berhasil diselamatkan setelah para tetangga sekitar berdatangan untuk melerai dan memisahkan para pelaku.

Tidak terima atas aksi kekerasan brutal dan ancaman pembunuhan yang nyaris merenggut nyawa mereka, Halidah didampingi Mudahri, Ketua DPAC Rungkut Madas Sedarah, memilih membawa kasus ini jalur hukum dengan melaporkannya secara resmi ke Polres Sampang dengan turut didampingi oleh anggota Polsek Omben.

Kini, warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengamankan para pelaku demi keamanan dan ketertiban di lingkungan setempat. (red)
© 2020 NEWMEMOJATIM

© 2026 PT. NEW MEMO JATIM. All Rights Reserved.

Blogger template by Open Themes.