PURBALINGGA, kabarbolo – Pepatah "sudah jatuh tertimpa tangga" seolah menemukan perwujudan paling pahit di tanjakan Jembatan Kali Kacangan, Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Pada petang yang mencekam, Selasa (30/6) pukul 16.00 WIB, sebuah mobil pikap pengangkut telur kehilangan keseimbangan dan terguling di lintasan curam tersebut.
Namun, alih-alih diiringi oleh uluran tangan penolong, musibah yang menimpa pengemudi asal Klahang, Sokaraja, Banyumas itu justru dinodai oleh pemandangan yang memilukan. Di tengah kabin mobil yang masih terbalik dengan nasib sang pengemudi yang belum pasti, puluhan warga justru terlihat berkerumun. Bukan untuk mengevakuasi korban, mereka justru sibuk memungut dan melarikan ribuan butir telur yang berserakan di aspal.
Kerugian Puluhan Juta, Harapan pada Kejujuran
Pemandangan miris tersebut berlangsung singkat. Dalam hitungan menit, muatan yang menjadi tumpuan nafkah sang pemilik usaha ludes tak bersisa, diangkut oleh tangan-tangan yang seharusnya menjadi tetangga penolong.
Akibat peristiwa nahas tersebut, pemilik usaha harus menelan pil pahit. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp26.000.000. Sebuah angka yang tidak sedikit bagi pelaku usaha kecil yang kini harus berjuang memulihkan kerugian di tengah trauma kecelakaan.
Menagih Etika, Menggugah Hati Nurani
Tak ingin hanya pasrah pada keadaan, hari ini pemilik usaha memberanikan diri mendatangi Kantor Kepala Desa Kutawis. Dengan suara yang sarat harapan, ia menyampaikan permohonan agar warga yang sempat mengambil telur untuk memiliki itikad baik.
"Kami mohon kepada warga yang mengambil telur kemarin, silakan dikembalikan ke Balai Desa Kutawis atau langsung ke rumah Bapak Kepala Desa. Kami sangat berharap ada kejujuran dan bantuan dari masyarakat untuk meringankan beban kerugian ini," ujarnya lirih.
Permohonan ini bukanlah bentuk ancaman. Pihak pemilik menegaskan bahwa tidak ada sanksi yang akan diberikan bagi mereka yang mau mengembalikan telur-telur tersebut. Langkah ini semata-mata dilakukan sebagai upaya pemulihan kerugian serta pengujian terhadap nilai-nilai kejujuran yang seharusnya tetap hidup di tengah masyarakat.
Imbauan Moral dari Desa
Pemerintah Desa Kutawis pun merespons positif upaya ini. Pihak desa menegaskan dukungannya terhadap permohonan pemilik usaha dan menyerukan kepada seluruh warga untuk kembali merajut nilai-nilai tolong-menolong yang sempat terkoyak oleh peristiwa kemarin.
Kejadian di Tanjakan Kali Kacangan kini menjadi cermin besar bagi masyarakat. Di balik tumpahan telur yang pecah di jalanan, ada tanggung jawab moral dan etika yang dipertaruhkan. Bagi warga yang merasa menyimpan telur-telur tersebut, pintu Balai Desa masih terbuka lebar sebagai tempat untuk menebus kekhilafan dan menunjukkan bahwa empati masih ada di tanah Purbalingga.
